SMK YPPT GARUT
Bagi Siswa SMK YPPT GARUT Harap Log In Atau Mendaftar Dahulu.
Terimakasih ^_^
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Gallery


TIME
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 27 pada Tue Jul 26, 2011 7:50 pm
Live Traffic Feed
Live Traffic Feed
Recommended Reading
Live Traffic Map

Kabut Misterius di Mars dari Es Kering

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kabut Misterius di Mars dari Es Kering

Post by asep rizqi rifangga on Sun Jul 12, 2009 11:36 am

Atmosfer Mars yang tipis dan kering secara umum tidak memiliki awan seperti atmosfer Bumi. Namun, hasil pengamatan baru memperlihatkan awan yang tersusun dari es kering sesekali terjadi sehingga hingga menghalangi pengamatan ke permukaan yang cukup luas di planet merah tersebut.

Kabut misterius tersebut telah terekam sejak beberapa tahun lalu, namun para astronom belum mengetahui penyebabnya. Pengukuran baru dari instrumen yang dibawa wahana pengorbit Mars Express menunjukkan bahwa awan tersebut tersusun dari karbon dioksida padat yang dikenal sebagai es kering sdi Bumi.

“Ini merupakan kali pertama awan es karbon dioksida direkam dan diidentifikasi,” kata Franck Montmessin dari Service d’Aeronomie, Universitas Versailles, Prancis, yang melaporkan risetnya dalam Journal of Geophysical Research. Hasil pengamatn terakhir sangat berarti karena tidak hanya merekam bentuk, tapi juga ukuran dan kerapatannya.

Karakteristik awan karbon dioksida ini di luar dugaan karena tebalnya mencapai ketebalan 80 kilometer dan lebarnya beberapa kilometer. Selain itu, partikel-partikel penyusunnya lebih besar dari perkiraan karena berukuran lebih dari satu mikron (seperseribu milimeter). Partikel-partikel sebesar ini umumnya tidak ditemukan pada atmosfer bagian atas karena terlalu berat sehingga mudah jatuh.

Bayangan awan di mempengaruhi suhu di permukaan Mars. Suhu di bawahnya bisa turun 10 derajat Celcius dari suhu sekitarnya. Fenomena ini dapat memengaruhi iklim global di Planet Mars.

“Suhu rendah di waktu malam dan relatif tinggi di siang hari menyebabkan gelombang naik turun di atmosfer,” ujar Montmessin. Keadaan ini menciptakan bentuk aliran udara konveksi di atmosfer Mars. Konveksi atau aliran udara hangat ke atmosfer merupakan dasar terjadinya fenomena cuaca di Bumi.

Di Mars, perubahan cuaca maupun iklim juga terjadi. Karbon dioksida terangkat ke atmosfer dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi. Terjadi pelepasan panas sehingga gas dan karbon dioksida yang membeku naik ke lapisan atmosfer lebih tinggi.

Jika di Bumi, uap air terkondensasi dekat partikel-partikel debu atau garam membentuk awan, di Mars komposisi partiekl lainnya yang membentuk awan belum diketahui. Para peneliti mengatakan, bisa saja debu dari pecahan meteorit atau kristal-kristal es.(SPACE.COM)

asep rizqi rifangga
Admins
Admins

Jumlah posting : 238
Points : 708
Reputation : -2
Join date : 29.06.09
Age : 22
Lokasi : Garut

Character sheet
Points:
500/500  (500/500)

Lihat profil user http://smk-yppt-garut.top-forum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik